mari menabung...

0 comments
Halooha...

Saya merasa cuaca di Jakarta makin hari semakin enggak jelas, kemarin hujan lebat, hari ini panas, dan pastinya nanti sore bakalan mendung dahsyat. Saya paling enggak suka nih sama cuaca yang kayak begitu. Bikin daya tahan tubuh saya semakin berkurang. Tapi, yasudahlah namanya juga udah kehendak alam, masih untung saya bisa nikmatin ini semua.

Di ruangan saya hari ini sedang sepi, soalnya lagi pada rapat redaksi. Karena saya lagi enggak ada kerjaan yaudah ngeblog ajalah..
Topik yang ingin saya angkat pada postingan kali ini adalah masalah menabung. Inget gak waktu kecil ada lagu yang liriknya gini
bang...bing..bung
yook..kita nabung
tang...ting...tung
yook kita hitung (kayaknya salah)
siapa tau nanti kita bisa untung.

Kalo enggak salah yang nyanyiin itu Saskia dan Geofani. Ini lagu pasti suka tercantum di buku tabungan saya waktu sd. Dulu, saya suka sekali menabung. Saya menyisihkan uang jajan saya sedikit-sedikit. Saya ingat betul waktu kelas 4 sd saya bisa mengumpulkan uang seratus ribu rupiah dari hasil menyisihkan uang jajan saya. Tapi itu dulu, waktu saya masih rajin dan belum terkontaminasi. Kalau sekarang rasanya musahil hahaha.

Buat saya uang itu ada untuk dipakai, bukan untuk disimpan. Saya tahu prinsip saya itu salah besar, yang ada kita malah jadi boros. Saya itu tidak pandai menyimpan uang, meskipun sudah di tabung di bank tetep aja habis. Apalagi semenjak saya punya ATM, wuihh bawaannya mau ngambil uang terus. Yang lebih hedonnya, uang tersebut saya pakai untuk memuaskan perut saya. Jadi, saya bukan orang yang gila belanja, saya juga bukan orang yang suka memberikan hadiah untuk orang lain, tetapi saya itu suka laper mata, alias tukang berburu kuliner. Saya doyan banget jajan makanan -tapi kok gak gemuk-gemuk yah?

Saya juga hobi sekali membeli buku, namun tidak sering palingan kalau ada buku bagus dan murah saya. Saya juga hobi mentraktir teman. Apalagi kalau saya lagi berlimpah uang. Jadi yah, tanpa saya sadari uang saya tahu-tahu habis saja. Benar-benar pemborosan! Yah, saya berharap kalian tidak seperti saya. Menghabiskan uang cuma untuk keperluan pemuas nafsu saja.

Saat ini saya sedang mencari cara yang tepat untuk menyimpan uang agar tidak habis. Awalnya saya berniat untuk membeli saham, namun jika kita ingin menanam saham kita harus memiliki ilmu saham dan kita harus membeli saham 1 bal atau 500 lembar saham. Kalau satu lembar saham harganya Rp 1000 berarti saya harus mempunyai uang Rp 500rb. Itu pun hanya total minimal, apabila masuk ke bursa saham nama saya tidak akan tercantum karena saham saya hanya 500 lembar, sedangkan biasanya perusahaan memiliki berjuta-juta lembar saham. Gilaaaaa!!

Kemudian saya ingin mencoba menukar uang saya dengan dollar. Sepertinya bagus sekali prospeknya dan saya mudah untuk menjalaninnya. Tetapi teman saya bilang main valas (valuta asing) itu tidak semudah yang saya bayangkan. Dia bilang saya harus terus memperhatikan lajur valuta asing, supaya saya bisa terus memantau keadaan rupiah saat ini sedang naik, atau malah turun. Pastinya jika saya mernukar uang rupiah saya ke dollar pada saat nilai rupiah turun saya akan memperoleh uang dollar lebih banyak. Nah, resikonya apabila saya tidak punya uang lalu saya ingin menukar uang dollar saya ke rupiah, jika keadaan rupiah sedang naik, saya hanya mendapatkan uang rupiah sedikit. malah tidak sesuai jumlahnya dengan saya waktu membeli dollar dulu. Saya pun berpikir dua kali untuk bermain valas.

Jalan terakhir untuk menyimpan uang sepertinya hanya dengan membuka tabungan deposito kalau tidak membuka asuransi, yah selain uangnya dapat diambil setelah jatuh tempo, saya juga tidak perlu takut akan kekurangan uang karena keuangan saya sudah terencana. Saya berjanji bila saya sudah mempunyai penghasilan sendiri saya akan membuka asuransi pendidikan untuk kedua adik saya, supaya pendidikan mereka tidak terganggu.

Jadi...untuk saat ini, nikmati saja uang yang saya punya sebelum saya memiliki pendapatan sendiri.

>renungan di tengah hari bolong...semoga cita-cita saya terkabul ..-amiiin.
If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to "mari menabung..."