Posted by tarydewe in
Hari ini saya masih menganggur, menganggur dalam arti belum ada kerjaan apa-apa dikantor. Seperti biasa, kalo udah mendekati deadline baru deh rempong.
Mumpung lagi enggak ada kerjaan, saya update blog aja deh.
Saya mau update apa yah?? bingung nih.
Kalo update tentang cinta-cintaan, lagi enggak mood.
Kalo update tentang kedaan di rumah? hei..hei itu cukup saya dan keluarga saya aja yang tau.
Kalo update tentang kerjaan, belom ada cerita yang baru.
Jadi, saya mesti update apa yah??
Saya tau, mari ikut saya flashback ke jaman saya SMA.
Percaya enggak waktu SMA, saya itu termasuk anak yang kurang gaul? jaman SMA, saya itu bukan anak yang punya banyak teman. Mungkin bisa diitung berapa teman saya. Trus waktu SMA saya juga ansos, anti-sosial. Saya ikut organisasi cuma kepengen punya pengalaman aja. Jadilah saya mau-mau enggak ikutan organisasi. Sampai dipenghujung tahun terakhir, saya enggak pernah ikutan organisasi lagi karena saya sudah enggak pernah datang latihan. Waktu itu saya ikutan ekskul badmintoon dan PMR. Alasan saya enggak pernah dateng latihan, rumah saya itu jauh dari tempat latihan bandimtoon. Mesti 3x naik angkutan. Kalo yang PMR karena organisasinya enggak berkembang, jadi saya malas latihan.
Balik lagi ke masalah pertemanan. Di SMA saya kebanyakan orang-orangnya itu high class jadinya saya untuk bergabung dengan mereka itu susah -pendapat saya aja. Saya termasuk orang yang apatis, dan minim pergaulan. Saya enggak pernah tuh ikutan kepanitian apa-apa di sekolah. Karena dulu saya menganggap orang yang bisa ikutan kepanitiaan orangnya itu lagi itu lagi. Pasti saya enggak akan bisa ikutan. Jangankan ikutan kepanitiaan, jadi anggota osis aja enggak pernah. Makanya saya beranggapan waktu jaman SMA, saya termasuk siswa yang apatis.
Saya jadi ingat percakapan antara saya dan Karina -teman sebangku waktu kelas 3. Kira-kira apa yang harus berubah yah pas kuliah nanti, Karina bilang dia mau mengubah penampilannya. Karina ini waktu disekolah adalah salah satu anak yang jadi korban gaul, penampilannya kurang memadai tapi dia dikerubungi sama anak-anak populer di sekolah. Katanya sih karena Karina pinter and Tajir. Kok saya bisa sebangku sama dia? yah kebetulan pas kelas X kita pernah sekelas, ditambah kita itu enggak punya pasangan.
Kalo Karina mau mengubah penampilan, saya punya keinginan yang berbeda. Bukan karena saya merasa sudah cantik dan ok tapi karena saya sudah senang dengan penampilan saya. Saya punya beberapa keinginan
1. Saya mau punya banyak temen cowok.
2. Saya mau jadi orang popoler punya teman dimana-mana.
3. Saya pengen punya pacar.
4. Saya mesti ikutan organisasi tertinggi di kampus.
Syarat yang harus ditempuh untuk memenuhi keinginan tersebut adalah saya mesti mengubah pola pergaulan. Okeh, percakapan kamipun selesai. Kami hanya tinggal menunggu hasilnya beberapa tahun lagi.
Sekarang sudah tiga tahun lebih dari waktu percakapan saya dan Karina. Mari, kita flashback lagi apa yang sudah berubah setelah saya duduk di bangku kuliah. Sayangnya saya dan Karina bukan berada disatu kampus yang sama. Saya di Politeknik Negeri Jakarta sedangkan Karina di Universitas Atmajaya. Saya telah banyak melakukan perubahan diantaranya
1. Saya punya banyak teman laki-laki (kebetulan kampus saya emang kebanyakan cowoknya)
2. Ikut kepanitian, baik dijurusan maupun di kampus
3. Saya masuk organisasi paling penting di kampus, BEM.(pengen masuk soalnya naksir sama ketuanya hehe)
4. Punya banyak temen (jadi kalo dikampus, kemanapun kaki melangkah pasti ada yang nyapa).
5. Punya pacar (eksperimen aja, tapi enggak lama)
6. Di kampuslah tempat saya enggak pernah kikuk dalam berpenampilan. (saya jadi diri sendiri)
7. Boleh pulang malem hehe.
Saya telah mengubah diri saya, kepribadian, dan pola pikir saya selama dibangku kuliah. Saya menjadi diri sendiri tanpa takut dibicarakan oleh orang lain. Saya juga merasakan bagaimana jadi panitia yang dianggap itu lagi itu lagi (kayaknya yang ini karma). Namun ada satu yang belum berubah, cinta saya sama si itu -kenapa jadi si itu lagi dah. Pokoknya saya baru menemukan diri saya yang sesungguhnya di kampus. Kalo orang bilang masa SMA itu masa yang enggak terlupakan, kalo buat saya justru masa kuliahlah yang enggak akan terlupakan.
Apa yang terjadi dengan Karina? kira-kira dua tahun yang lalu saya ketemu sama dia di Plaza Semanggi. Dia kelihatan berbeda sekali, rambut yang dulu kriting klimis sekarang sudah di rebonding. Gayanya yang dulu jauh dari oke, sekarang oke bangeeeet. Tapi Karina inget enggak yah sama percakapan yang kita lakukan sebelum lulus itu? Percakapan singkat yang dapat membuat kita bertekad untuk mengubah jati diri kita? Kalo saya ketemu sama dia lagi, saya mau ngobrol banyak nih sama dia.
Pertama kali masuk organisasi paling tinggi, BEM TEKAD
Jadi pengurus BEM untuk kedua kalinya
Ikutan nebeng pas pengukuhan lembaga formal HMGP
Jadi panitia pelepasan angkatan 2006
Masa-masa semester akhir bareng panitia yang dianggap itu lagi-itu lagi



No Response to "Hari ini"
Post a Comment