Posted by tarydewe in
Kata menyerah sebenarnya tidak ada di kamus saya. Saya selalu mengejar apapun yang saya inginkan walaupun rasanya seperti mendaki Gunung Himalaya tanpa tongkat, sulit. Saya termasuk tipe orang yang kalau sudah 'maunya' yah harus kesampaian. Makanya kayaknya kata menyerah itu kurang cocok buat saya. Sebisa mungkin saya akan menampik kata itu meskipun saya sudah dititik penghabisan.
Saya tidak mudah menyerah. Saya tidak akan termakan perkataan orang yang menganggap saya tidak mampu dalam artian saya sudah waktunya menyerah. Bahkan kadang saya rela adu mulut agar argumen saya diterima (baca:harus). Itu tadi contoh kecil, bagaimana saya berusaha untuk terus maju, berpendirian, dan tangguh. Saya selalu percaya dengan kekuatan yang ada pada diri saya. Maka saya tidak pernah meragukan diri saya sendiri kalau saya pasti bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan. Ditambah lagi saya itu tipikal orang yang penasaran. Sebelum saya menemukan jawaban, saya tidak akan menyerah. Yah, kadang saya akui karena rasa penasaran itu juga bisa membuat saya seperti jatuh tersungkur alias sakit hati. Namanya juga hidup, kalo belom jatuh kan belom asik, ya enggak?
Jika saya menyerah atau terpaksa menyerah itu bisa dikarenakan dua hal. Pertama saya melihat sendiri dengan mata kepala saya bahwa saya memang tidak bisa, kalaupun saya lanjutkan pasti akan berdampak ke semua aspek. Mungkin saya berhasil mempertahankan ego saya tetapi orang lain malah teraniaya dengan ego saya itu. Kedua, Apabila saya merasa Tuhan akan memberikan jalan yang indah untuk saya lalui apabila saya meninggalkan ego saya. Jadi, JIka saya berfikir bahwa memang sudah jalan-Nya saya harus berhenti yah saya akan berhenti. Bukan karena saya lelah tetapi karena memang sudah nasib dan tidak bisa dipaksakaan. Intinya adalah pikiran saya sendiri yang akan mengambil keputusan apakan saya harus maju atau give up.
Ngomong-ngomong soal give up, beberapa hari yang lalu sahabat saya menyarankan kalau saya harus menyerah. Kejadiannya berawal dari mention si Monik di Twitter. Dia bilang turut berduka cita untuk saya. Saya bingung donk, orang enggak ada apa-apa kenapa si monik malah bilang begitu. Kebetulan 3 orang sahabat saya yang lain juga ikut dimention tuh sama monik. Yaudah langsung aja saya tanyain ke meraka. Ketty dan Dolly bilang kalau monik turut berduka cita karena ngeliat avatar (profil picture)nya si rifki berdua sama seorang cewek. Saya menghibur diri dengan bilang ke mereka "mungkin aja yang di PPnya itu temen atau adeknya," Okey, kata Ketty lagi, foto PPnya itu berkali-kali sama tuh cewek. Timbulah rasa penasaran saya, yang ketty maksud itu siapa yah? Saya pun memutuskan untuk berinternetan di MCD Cibinong (karna kalo OL dari HP fotonya pasti enggak keliatan). Wah, ternyata bener dia foto sama cewek. Saya lalu membuka foto albumnya untuk melihat dia foto dimana dan sedang dalam rangka apa. Layaknya detektif, saya cekin fotonya satu-satu siapa tahu ada comment-comment mencurigakan. Okeh, dugaan sementara tuh cewek kecil, pendek, berkulit putih, dan potongan rambut pendek sebahu, adalah temennya rifki. Penyelidikan enggak cuma sampai disitu, Saya juga mencari tahu siapa cewek itu. Saya buka facebooknya, namanya Riffa XXXXXXXX, dia kuliah di Vokasi UI jurusan Admin. Perpajakan. Nih cewek bukan adik kelas saya, smanya beda. Kesimpulannya dia temen SDnya rifki (mungkin). Yang lebih mencurigakan, tuh cewek PPnya kenapa sama sama rifki?? BIkin saya naik darah aja! Tapi lagi-lagi saya belum yakin mereka ada apa-apa karena status di FBnya rifki masih singel. Saya ingat cewek itu yang sekarang emang lagi deket-deketnya sama rifki, buktinya di twitternya rifki selalu mention dia, tambah lagi dah mencurigkannya.
Karena saya baru bisa menyimpulkan hubungan mereka mungkin hanya sebetas teman, saya lanjutin main The Sims Social. Sambil main The Sims saya update status di Twitter isinya, "Playing The Sims". Beberapa menit kemudian Twitdeck (aplikasi untuk bertwitter ria di PC atau leptop) bunyi dan memberi tanda kalau ada yang mention saya. Jeng...jeng...jeng...rifki mention saya dooooooooonk! dia bilang "the sims gw error -___-')" Tumben-tumbenan amat yak, nih anak mention saya. Saya jawab seperlunya. Dia bales "gak tau, dari tadi gw coba enggak bisa-bisa. coba aja lo cari di neighbor lo pasti enggak ada gw." Saya pun membalas sepengetahuan dan menyarankan supaya dia log out dulu. Dia membalas "oiya yah, gw coba dulu"
See? hidup saya akan selalu dibayangi dia. Saya tahu itu cuma mention kecil, ringan dan mungkin siapapun pernah mengalami hal itu. Sayangnya, dia mention saya disaat yang kurang tepat, kenapa? karena avatarnya di twitter itu foto yang sama seperti yang dia jadikan PP di facebook. Saya berfikir, jangan-jangan dia mention mau pamer avatar lagi. ARRRRRRRrrrgggghhhh RIFKI!!! Sahabat saya bilang mungkin aja itu tanda-tanda kalo saya harus give up. Hah? saya mesti nyerah? ohh no, tidak semudah itu saya akan menyerah. Saya harus membuktikan dulu siapa tuh cewek dan ada hubungan apa sama rifki. Dan saya juga enggak akan nyerah walaupun mereka jadian (semoga enggak). Kalo mereka bisa membuktikan kepada saya bahwa mereka adalah pasangan yang tidak mudah dipisahkan baru saya akan menyerah. Jadi, yah sejauh ini saya masih akan menunggu apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka. So, kenapa lo enggak nanya langsung tar? Sahabat saya bilang percuma, toh jawabannya udah jelas, saya ditolak. Untuk saat ini saya akan menuruti apa kata dia sampai saatnya saya memang harus tahu. Saya harus sabar, salah satu sifat positif yang harus saya pupuk dan pertahankan untuk mendapatkan
Mungkin orang-orang capek melihat kelakuan saya, malahan ada yang ilfeel. Tapi apa yang mesti saya perbuat kalau hidup saya enggak bisa jauh dari dia? he's my obsession, i want him. Tapi saya mungkin akan menyerah ngejar dia, sampai ada seorang lelaki yang bilang ke saya "enggak usah ngejar dia lagi, kan ada gw disini" hehehehe.... (mantan saya dan gebetan-gebetan saya enggak ada yang bilang gitu sih, jadi saya enggak bisa berpaling deh)


1 Response to Give Up
lo tau, gue rasa obsesi lo makin bahaya tar..
kalo ternyata mereka bener jadian, lo terus bakal ngejar tuh?
stop lah tar, jangan sampe ngehalalin semua cara juga, gue ngomong begini bukan buat gue, tapi buat lo..
Post a Comment