Posted by tarydewe in
Waktu hujan turun, disudut gelap matakuu...begitu hebatnya...kan ku coba bertahan.
Lagu Sheila on 7 ini sedari tadi mengalun lembut di ruangan saya. Membuat saya semakin terhanyut dalam merdunya suaranya si Mas Duta. Well, lagu ini diambil dari salah satu singlenya mereka yang berjudul Hujan Turun. Lagunya berisi tentang seseorang yang sedang berusaha move on dari kisah percintaan di masa lalu *yaiyalah masa masa depan*. Blog kali ini saya ingin berkicau tentang move on, pengalaman yang sungguh-sungguh membuat saya mengharu biru.
Di bawah ini ada beberapa kata-kata dari @lexdepraxis seorang apa ya motivator cinta kayaknya, tapi menurut saya si @lexdepraxis ini sudah seperti sahabat yang tau banget kegelisahan dan masalah-masalah percintaan dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut saya copy beberapa twitnya dia tentang move on.
"sebenarnya sih otak manusia bs move on dg sendirinya.. jd kl kamu sulit move on itu pasti KAMU yg sabotase diri! #faktacinta @lexdepraxis"
"pas move on, fokus bergerak maju maju maju aja, sedih nangis boleh kok tapi lakuin sambil gerak maju.. #faktacinta"
"mo bantu temen move on? dengerin curcolnya ga usah jawab, trus ajak main dan kenalin gebetan yg asyik/seksi.. #faktacinta"
"ga usah PDKT hubungan serius, so jgn mikirin cocok-cocok'an.. cukup sebatas colok-colok'an gapapa kok. :p #faktacinta"
Percaya atau tidak kadang kenangan di masa lalu itu menyita banyak waktu saya. Saya jadi banyak ngelamun, mengingat-ingat kenangan indah yang tidak akan pernah terulang lagi. Sedangkan kalau kenangan buruk membuat saya berfikir keras mencoba menelaah kembali "seharusnya saya enggak boleh begitu", yap...menjadi penyesalan yang tiada akan pernah berakhir.
Sebenarnya saya tidak tahu pasti apakah saya sudah berhasil 100% move on dari gebetan yang saya cintai lebih dari 6 tahun atau tidak. Namun, saya tahu pasti bahwa saya tidak lagi stalking twitternya, tidak ada lagi getaran rasa penasaran jika melihat update statusnya di twitter, tidak ada lagi rasa ingin mention dia, dan tidak ada lagi tangis tengah malam karena merindukannya. Saya kan sudah berjanji kalau dia sudah punya pacar saya akan move on, yes...well done! saya sudah berusaha memenuhi janji saya dengan baik.
Saya sering menggunakan 'subjek' lain untuk move on, saya berkenalan dan flirting-flirtingan dengan banyak pria, maksud sebenarnya supaya saya bisa melupakan dia. Saya mulai membuka hati saya untuk mereka, bagi siapa yang bisa masuk duluan yah saya terima dengan senang hati. Saya menemukan 'hidup' kembali ketika sedang bersama mereka, dunia saya tidak lagi sedatar dan sesepi dulu. Saya senang mereka bisa berada disaat saya sedang butuh teman bicara. Kehadiran mereka cukup berhasil membuat rencana move on saya berjalan lancar. Namun sepertinya ada semacam seleksi alam yang menimpa hubungan romansa saya dengan pria-pria tersebut. Ada beberapa yang tetap bertahan menjadi 'teman' saya tetapi ada juga yang tidak berkabar sama sekali, mereka menjauh dan menghilang. Entah apa yang salah dengan langkah pendekatan yang saya jalani dengan mereka. Ditinggalkan mereka membuat saya kembali memikirkan masa lalu lagi yang membuat niat move on saya hampir pudar.
Kemudian, ada beberapa pria lain yang tetap menjaga komunikasinya dengan saya, tetap menjadi teman baik. Yah, walaupun mereka kadang hadir dan kadang hilang namun kita tetap menjaga komunikasi. Dan merekalah yang akhirnya membuat niat move on saya kembali hadir. Pondasi move on yang sudah saya bangun dan hampir runtuh, kini semakin tegak berdiri bahkan sudah menjadi benteng hati yang sangat kokoh. Saya tidak pernah lagi memikirkan dia yang sudah lama hinggap di hati. Saya sudah bisa ikhlas menerima kenyataan bahwa memang bukan dia orang yang tepat untuk saya, masih ada beberapa pria itu.
Sayangnya, mereka yang membuat saya berhasil move on malah menciptakan romansa lagi. Kehadiran mereka yang datang dan pergi malah membuat saya kepikiran. Saya yang sudah berhasil tebebas dari gebetan selama bertahun-tahun, harus telak terpenjara lagi oleh lelaki lain
Sampai suatu hari, disaat saya berkumpul dengan teman-teman. Saya melihat mereka begitu riang gembira menikmati hidup. Teman-teman saya sampai saat ini masih banyak yang single dan mereka mampu mengisi kekosongan hidup dengan cara mereka sendiri, yang pasti tidak seperti saya yang mencari pelarian. Mereka bilang "yah, jalani saja hidup ini jangan terlalu dibawa serius, apalagi masalah percintaan."
Memang, hidup saya ini terlalu sia-sia kalau saya hanya melakukan hal yang serupa hanya demi memasuki fase move on tadi. Betapa banyak waktu yang terbuang hanya sekedar melamun atau menghayal bersama orang lain yang belum tentu melamuni kita juga. Buat apa memikirkan seseorang yang saya sudah tahu dia tidak akan memikirkan saya. Keinginan kuat untuk bisa move on dengan cara menyenangkan diri sendiri dan bergerak maju ke arah hidup yang lebih baik sepertinya jawaban yang tepat.
Kalau kata Lex, move on dengan cara mencari pelarian itu memang cukup efektif, namun hanya berjalan sementara saja. Sebab nantinya pasti akan berulang terus kejadian-kejadian suka, naksir, pedekate, di-php-in, menghilang, sakit hati, move on, cari yang baru. Begitu terus siklusnya, kan jadi bikin capek sendiri. Akhirnya saya sadar bahwa move on dengan menggunakan orang lain sebagai pelarian itu kurang dianjurkan. Karena move on itu bukan berarti melupakan semua kenangan, melainkan meski kenangan itu hadir, ia tidak akan mempengaruhi hidupmu lagi.
Saya akan membahagiakan diri saya terlebih dahulu sebelum saya bisa membahagiakan orang lain. Saya tidak akan membiarkan diri saya terluka lagi, sedih lagi --kasian nangis mulu tiap malem.
Jadi...terima kasih kepada kalian yang sudah memberikan saya banyak pelajaran tentang percintaan, saya banyak belajar tentang bagaimana menghadapi lelaki seperti kalian nantinya. Walaupun hanya berjalan sementara tetapi saya hargai kehadiaran kalian sebagai obat move on.
Terima kasih juga buat teman-teman saya yang selalu dan akan selalu menjadi motivasi saya untuk menjalani hidup yang lebih bahagia dan menyenangkan. Sayang banget sama kaliaaannn :*
Nih sambil ditemenin lagunya Sheila on 7 yang judulnya Hujan Turun
tak ada waktu tuk menjelaskan
tak sangka ini kan datang
tiap liku berbagi hidup
sejenak melepas lelah
kau tinggalkan diriku
waktu hujan turun
di sudut gelap mataku
begitu derasnya
kan ku coba bertahan
ingat kembali yang terjadi
tiap langkah yang kita pilih
meski terkadang perih
harapan untuk yang terbaik
sekeras karang kita coba
tetap kau tinggal diriku
tak akan ku halangi
walau ku tak ingin kau pergi
kan ku bangun rumah ini
walau tanpa dirimu






No Response to "Well done! thanks for all of you!"
Post a Comment