Ganteng, manis, berkarisma.
Kurang apa lagi sih dia?
Kalau senyum bikin hati tergoda. Kalau bicara bikin mata terpana.
Dia punya sepasang lesum pipit, manis sekali bila dilihat. Bikin gemes..
Dia pintar merangkai kata-kata, sampai yang mendengar pun jadi terhipnotis karenanya.
Dia sang pemimpin yang ulung, tidak mau jadi bawahan.
Dia sangat dikenal dengan senyumannya yang khas, manis, tulus, dan menggoda.
Dia memiliki suara yang merdu yang dapat menenangkan hati.
Dia memiliki tatapan mata yang tajam dan teduh.
Dia alim, tidak bergaya yang neko-neko.
Dia selalu berusaha tampil rapi dalam setiap suasana.
Dia, mungkin banyak dipuja oleh wanita.
Dia juga mungkin telah menjadi panutan.
Dia tidak tinggi hati malah selalu merendah.
Dia memiliki sisi aroganisme yang tinggi namun tidak pernah ia tampakkan.
Dia selalu tenang, selalu berlapang dada, dan selalu berikhtiar.
Apakah saya menyukainya?
Tentu tidak.
Kalau saja saya tidak mempunyai masa lalu yang kelam dengannya mungkin saat ini saya menjadi salah satu penggemarnya.
Yah, masa lalu.
Meskipun kami baru berteman namun dia telah memiliki catatan hitam di hati saya.
Yah, masa lalu.
Siapa sangka masa lalunya seperti itu.
Yah, masa lalu.
Namun tidak dapat mengubah pandanganku terhadapnya.
Meskipun banyak yang berfikir saya menyukai dia.
Sesungguhnya dalam lubuk hati saya yang paling dalam.
Saya hanya menganggapnya teman biasa yang memiliki banyak kesalahaan.
Walaupun saya telah memaafkannya namun bekas luka yang dia torehkan tidak dapat terhapus dengan mudahnya.
Saya menulis postingan ini bukan karena saya “ada apa-apa dengan dia”
Saya hanya kasihan dengannya.
Hidupnya penuh dengan tuntutan.
Saya tidak tahu pasti apakah dia benar-benar merasa “itu memang saya” atau dia malah tersiksa.
Hanya hatinya dan Tuhan yang tahu.
Walau hati saya pernah dia lukai.
Walau saya baru tahu ternyata dia itu terlalu keras kepala, keras hati, dan sukar untuk menghargai orang lain.
Walau saya baru tahu dia itu memiliki ego yang tinggi.
Walau saya baru tahu dia itu orang yang acuh.
Walau saya baru menyadari dia itu tidak memiliki hati yang seindah wajahnya.
Walau saya baru menyadari ternyata banyak yang membicarakan keburukannya.
Walau saya baru menyadari dia tidak memiliki teman.
Walau saya merasa dia itu aneh dan berperilaku mines.
Namun dia tetap pemimpin saya yang tidak pantas untuk saya hujat ataupun saya hina.
Saya hanya berharap dia dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik.
Saya juga berharap semoga dia tidak terus menerus di remehkan oleh orang lain.
Semangat ketua…teruslah menjadi pemimpin yang baik dan bijak.
Sekali lagi apabila teman-teman membaca blog saya ini, jangan anggap saya menyukainya.
Saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan kalian.
Bahwa tidak semua pemimpin itu memiliki kesempurnaan dalam bertindak.
Selalu saja ada yang merasa tersakiti karenannya.
Saya tidak mau menjadi orang munafik, yang bersikap baik hanya saat saya berada di depannya.
Maka dari itu saya menulis cerita ini, hanya untuk menunjukkan bahwa realita hidup yah seperti ini.
Kadang orang yang terlihat hebat sekalipun pasti memiliki kelemahan.
Kadang orang yang terlihat baik sekalipun pasti memiliki kejelekan.


No Response to "tetong....."
Post a Comment